Hasil Survei: Pengamanan Password Masih Disepelekan

Sebuah hasil survei yang dirilis vendor anti-virus F-Secure menunjukkan, masih banyak pengguna teknologi yang belum mengindahkan imbauan untuk menggunakan password yang berbeda untuk masing-masing layanan yang diikutinya.
Perusahaan yang berkantor pusat di wilayah Skandinavia ini menyayangkan, meski banyak orang sudah membiasakan diri membuat password yang aman, tapi masih banyak juga yang mengandalkan satu password untuk semua kebutuhan mereka.
Dalam survei yang melibatkan 1500 pengguna internet di Jerman, Swedia dan Inggris, diketahui bahwa sekitar 20 persen responden mengaku bahwa mereka menggunakan password yang sama untuk semua layanan — mulai dari kartu kredit sampai online banking, dari akun e-mail sampai situs game.
Fakta lain yang tak kalah mengejutkan, sekitar 20 persen responden menulis password mereka di secarik kertas, sementara 8 persen terpaksa me-reset password mereka berulang kali karena mudah lupa.
Penasehat keamanan F-Secure Sean Sullivan mengatakan, mengingat banyaknya layanan online yang membutuhkan informasi login dewasa ini, sangat mudah bagi kebanyakan orang untuk hanya menggunakan satu atau dua password untuk semua layanan yang diikuti. Padahal itu adalah “jalan tol” menuju petaka, karena ada banyak penjahat cyber yang selalu menemukan cara-cara baru untuk mencuri password dan mengeksploitainya semaksimal mungkin.
Lebih lanjut dikatakan, pesan-pesan yang menanyakan konfirmasi username dan password, sudah lama digunakan oleh penjahat cyber untuk membujuk orang-orang agar mau mengungkap informasi perbankan dan informasi rahasia lainnya.
Sullivan mengimbau agar pengguna internet tidak menggunakan informasi yang mereka pajang di profil Facebook sebagai password, seperti tanggal lahir, nama diri atau nama hewan peliharaan. Kombinasi huruf dan angka juga bisa membuat password menjadi lebih aman.
Sumber http://www.stumbleupon.com /InternetSehat, http://blog.binadarma.ac.id/nayel/?p=1122